<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-14710805</id><updated>2011-12-14T18:54:28.161-08:00</updated><title type='text'>MuKa PenGen</title><subtitle type='html'>Please leave now if you are under 18
Muka Pengen, Pengen Itu, pengen Ini</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mupenk.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14710805/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mupenk.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>BaSaH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09989558309861142818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14710805.post-112227428285366157</id><published>2005-07-24T23:40:00.000-07:00</published><updated>2005-07-24T23:51:22.863-07:00</updated><title type='text'>Awal Sebuah Ketulusan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/1600/26058.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/200/26058.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ini Ceritaku yang masih berkesan di hati sampai saat ini...............ingin kenal lebih jauh ...kirim email aja yah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AWAL SEBUAH KETULUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya aku tidak begitu tertarik dengan namanya chatting. Tetapi lama kelamaan aku jadi ketagihan danImage setiap hari aku selalu meluangkan waktu Untuk beberapa saat lamanya sembari mengerjakan tugas harian di kantor . Baik itu melalui MIRC ataupun di YM .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mulai dari sinilah aku mulai mengenal apa itu dunia cyber. Suatu hari aku chatting dengan menggunakan nickname Jingga yang kebetulan aku suka banget dengan warna purple. Hingga sampailah aku di pertemukan dengan cewek yang berumur 17 tahun yang mempunyai nama asli Adinda. Adinda yang masih berstatus pelajar di salah satu SMU negeri di Jakarta dan tinggal di sekitar Jakarta Barat. Dengan paras yang cantik serta bentuk tubuh yang sexy di dukung penampilannya yang selalu mengenakan rok abu-abunya di atas lutut. Menjadikan dirinya patut untuk di kagumi oleh setiap lelaki. Apalagi dengan hem putihnya yang sedikit transparan setiap Adinda berangkat ke sekolah . Begitu menerawang terbentuk segaris Bra 36b warna hitam kesukaannya menjadikan setiap mata yang memandangnya tak akan berkedip sedetikpun. Adinda adalah anak tunggal dari keluarga yang cukup terpandang di Jakarta. Kesibukan papanya sebagai seorang pengusaha, menjadikan Adinda selalu merasa kesepian. Demikian juga dengan mamanya yang selalu sibuk dengan urusan arisan, shopping, senam, salon dan banyak lagi kesibukan yang datang tak pernah habisnya. Karena merasa kesepian setiap pulang dari sekolah ataupun saat libur sekolah, menjadikan Adinda tumbuh tanpa seorang figur dari keluarganya. Kalo melihat kepribadiannya Adinda sebenarnya mempunyai kepribadian yang periang dan ramah. Semua itu bisa di lihat dengan kesehariannya yang selalu tersenyum kepada semua orang yang di jumpainya. Demikian juga saat bertemu denganku lewat Chatting. Setiap perjumpaan selalu diakhiri dengan kesan yang baik, bagaimanapun juga aku sangat menghargai. Kejujurannya yang menceritakan masalah keluarganya yang super sibuk dan mantan cowoknya yang berpaling darinya, karena tidak bisa bersabar menghadapi Adinda yang belakangan menjadi pemurung. Sifatnya yang pemurung itu disebabkan oleh suasana keluarganya yang mulai tidak harmonis lagi dan menjadikan sosok Adinda menjadi minder di sekolahnya . Hingga pada satu kesempatan dia memutuskan ingin bertemu secara langsung denganku. Hari itu setelah kita chatting beberapa saat, tiba-tiba dia menangis dan butuh teman untuk curhat secara langsung dan alasannya, karena dia sudah akrab dan percaya kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menentukan tempat yang cukup aman, sejuk udaranya dan tidak bising akhirnya aku sepakat menemuinya. Dengan perasaan deg-degan, sepanjang perjalanan aku berpikir ada masalah apa dengan Adinda. Dan pikiranku terasa semakin amburadul ketika aku benar-benar ketemu dengannya. Sesaat Aku terkagum-kagum melihat penampilannya hari itu . Berbeda dengan kesehariannya yang selalu mengenakan seragam sekolah. Hari itu Adinda mengenakan stelan celana jeans agak belel warna biru di padu dengan kaos putih ketat yang menonjol di bagian dadanya . Rambut panjangnya di biarkannya tergerai menyentuh bahunya melewati leher jenjangnya yang putih bersih. Dari penampilannya yang mengagumkan aku sempat menelan ludah sesaat. Adinda adalah sosok cewek idolaku . Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan lekukan Pantatnya yang sexy tecetak jelas di celananya yang ketat juga . Membuat aku menelan terdiam sesaat, sambil membayangkan bagaimana jika aku bisa bercinta dengan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah cafe yang suasananya pada siang itu tidak begitu ramai, dengan hanya beberapa pengunjung, menjadikan pertemuanku dengan nya akan sangat berkesan tentunya. Selama pembicaraan di cafe, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras Adinda yang cantik dan manis sekali dan aku membayangkan jika aku dapat menikmati bibirnya yang merekah. Untuk menghilangkan rasa cemasku, aku berusaha membuka pembicaraan dengan menanyakan bagaimana kesannya setelah bertemu dan ada masalah apa sampai dia memintaku datang menemuinya. Pertemuan itu sebenarnya hanya sekedar alasannya aja agar bisa ngobrol denganku dan mengenal lebih dekat siapa diriku sebenarnya . Hal itu aku ketahui setelah kami terlibat perbincangan serius di cafe dan dia berterima kasih, kalo selama ini aku bisa dengan penuh kesabaran mendengarkan semua masalah yang di hadapinya. "Diet...boleh aku mengatakan sesuatu? " Tanya Adinda tiba-tiba. "Boleh ......ada apa emangnya ?"tanyaku balik. "Aku mulai merasakan semua kasih sayang kamu selama ini"jawabnya. "Dan aku juga ingin memberikan hal yang sama buat kamu "lanjutnya. Aku hanya bisa terdiam mendengar semua penjelasannya, dengan lembut aku memeluk tubuhnya untuk meyakinkan bahwa semua yang kulakukan tulus adanya. Dan dengan pelan aku genggam jemari tangannya yang halus serta aku pegang dagunya dengan lembut bibirku menyentuh bibirnya yang terbuka sedikit. Yang tak lama aku telah menciumi leher Adinda yang terlihat sangat bersih dan putih. "Adinda aku sayang kamu ...," bisiku di telinganya lirih. Adinda semakin erat memelukku sebagai ungkapan kebahagiaannya atas sikapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perbincangan di cafe selesai, Adinda mengajakku untuk bersantai sejenak sambil beristirahat dengan memesan sebuah kamar di sebuah hotel yang tak jauh letaknya dari cafe tersebut. "Diet..... ohhhh..," desah Adinda ketika aku mencumbu lehernya setelah kita sampai di kamar. Lidahku semakin nakal menjelajahi leher Adinda yang jenjang. "Akhhh Diet......" tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk menggerayangi payudara Adinda yang aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya. "Ooohh... Diet....." Desahnya lirih. Adinda mulai terangsang ketika ujung lidahku menjilati bukit payudaranya yang berukuran 36b itu. Aku semakin berani untuk melakukan yang Iebih jauh... dengan meremas payudara yang satunya. "Adinda.... sayang, aku buka baju kamu yah...."? bisiku di telinganya. Adinda hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk melepaskan pakaiannya, sampai akhirnya dia hanya mengenakan Bra warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya yang putih nampak dengan jelas di depanku. Setelah terbuka, kembali aku mengulum bibirnya yang merekah. Lidahku menjelajahi rongga di langit-langit mulutnya dan sesekali menghisap lidah Adinda yang mulai terangsang dengan ciumanku. Tanganku yang nakal mulai melepas Bra warna hitam miliknya. Dan... Wow... Tersembulah puting yang kencang... Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan di bibir Adinda untuk kemudian mulai menjilati puting Adinda yang berwarna kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat putingnya berdiri dengan kencang... Sedangkan tangan kananku memilin puting yang lainnya. "Ooohhh Diet...enak sekali sayang...," rintih Adinda. Dan saat aku mulai menegang... Adinda berusaha bangkit dari tempat tidur, tapi aku tidak memberikan kesempatan Adinda untuk bangkit dari pinggir ranjang. Parfum Adinda yang harum menambah gairah aku untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beranikan diri untuk mulai membuka celana jeans serta CD hitam berenda yang dipakainya. Dan darahku mendesir saat melihat gundukan yang ditumbuhi dengan rambut yang hitam lebat. Tanpa berpikir panjang, aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang vagina Adinda. "Oohhh... Diet..... Nikmat... Sayang," Adinda merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang kewanitaannya . "Akhhh... Kamu pintar sekali sayaaang..." Desah Adinda disaat jilatanku semakin cepat, Adinda sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda mau orgasme dan sesaat kemudian... "Masss Adiet... Sayang... Aku nggak tahan... Oohh... Masss aku mau..." Adinda menggelinjang hebat sambil menjepit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa semakin terbenam di selangkangannya. "Maaasss... Ookkhhh... Aakuu keluaarrr..." Jeritnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adinda merintih panjang saat mencapai orgasmenya yang pertama, dia tersenyum puas. Aku biarkan dia terlentang menikmati orgasmenya, sambil membuka semua pakaian yang aku kenakan. Aku memperhatikan Adinda begitu puas dengan pemanasan tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yang begitu berbinar-binar. Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yang masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang penisku yang berukuran lumayan besar, langsung menghujam celah kenikmatan Adinda sembari bibirku mengulum payudaranya. "Aaakhhh... Diet...," desah Adinda, saat penisku melesak ke dalam lubang vaginanya. "Diet... Penis kamu ohhhhh...."desahnya kemudian. Aku merasakan setiap jepitan bibir vaginanya yang begitu ketat, sampai terasa begitu nikmat lubang senggama Adinda. Aku berpacu dengan nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Adinda yang pertama kalinya merasakan nikmatnya bercinta. Setiap gerakan maju mundur penisku, selalu membuat tubuh Adinda menggelinjang hebat karena dia mulai bisa merasakan dan menikmati permainan ini. "Diet... Sudah... Sayang... Akhh..." sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir vagina Adinda menjepit batang penisku. Dan aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari vagina Adinda. Aku tidak mempedulikan desahan Adinda yang semakin menjadi, aku hanya berusaha memasukkan penisku lebih dalam lagi. Tiba-tiba Adinda mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yang kedua kalinya. Penisku bergerak keluar masuk dengan cepat dan.. Sesaat kemudian. "Diet....... Aku... Mau... Keluarr lagi... Aaakkk... sayang, aku... Nggak tahan..." Seiring jeritan itu, aku merasakan cairan hangat kembali meleleh disepanjang batang penisku. "Aaakhhh... Sayang... Enak sekali... Ooohh...," rintih Adinda lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, diatas tubuh Adinda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/1600/betty_chu_1a02.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/200/betty_chu_1a02.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Disaat aku mulai mencapai klimaks, aku meminta Adinda berganti posisi diatas. "Adinda ....sayang kamu diatas yah ..."Pintaku Aku melepas penisku dan langsung terlentang. Adinda bangkit dan langsung menancapkan penisku dalam-dalam di lubang kewanitaannya. "Akhhh gila, penis kamu enak banget Maaas.. Ooohhh......" Adinda merintih sambil terus menggoyangkan pinggulnya. "Aduhhh enak Diet...." desahnya lagi. Goyangan pinggul Adinda membuat gelitikan halus di penisku... "Adinda....sayang... Akh..," aku mengerang kenikmatan saat Adinda menggoyang pinggulnya. "Diet... Aku mau keluar nih...," sambil merintih panjang, Adinda menekankan dalam-dalam tubuhnya hingga penisku amblas ditelan vaginanya dan bersamaan dengan itu aku sudah mulai merasakan tanda-tanda akan mencapai orgasme. "Aaahhh... Ahh...ohhhhhhhh"teriakku "crotttttt............"bersamaan dengan menyemburnya spermaku. Aku biarkan spermaku menyembur di dalam vaginanya. sebagian dari spermaku langsung meleleh di sekujur pahanya yang mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Adinda berjalan menuju ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yang baru keluar dari vaginanya. Permainan itu berakhir dengan penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, karena baru pertama kalinya Adinda bercinta denganku, dia mengalami multi orgasme yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diet.... kapan kamu ada waktu lagi untuk melakukan semua ini sayang," tanya Adinda. Aku menjawab lirih, "Terserah Kamu deh, aku akan selalu sediakan waktu untuk kamu." "Makasih sayang... Kamu telah memberikan apa yang selama ini belum aku rasakan," kata Adinda . Kemudian aku mengecup kembali Bibirnya yang merekah sebagai tanda kasih sayangku kepada Adinda yang tulus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;!-- PayPopup.com Advertising Code Begin --&gt;
&lt;script language="JavaScript"&gt; 
&lt;!--  
//frequency cap,1 pop-under per number of hours
var frequencyCap = 0.1; //hours 
function setCookie(cookieName,cookieValue, expirehours) {

  if (frequencyCap &gt; 0){
	var today = new Date();
	var expire = new Date();
 	expire.setTime(today.getTime() + 3600000 * frequencyCap);
 	document.cookie = cookieName+"="+escape(cookieValue)
                 + ";expires="+expire.toGMTString() + "; path=/";
  }else{
 	document.cookie = cookieName+"="+escape(cookieValue) + "; path=/";
  }


}
function ReadCookie(cookieName) {
 var theCookie=""+document.cookie;
 var ind=theCookie.indexOf(cookieName);
 if (ind==-1 || cookieName=="") return ""; 
 var ind1=theCookie.indexOf(';',ind);
 if (ind1==-1) ind1=theCookie.length; 
 return unescape(theCookie.substring(ind+cookieName.length+1,ind1));
}
if (ReadCookie('PayPopupAds') != 'yes')  
{ 
 setCookie('PayPopupAds','yes', frequencyCap); 
//Pop-Under Code Here
 document.write('&lt;SCRI'+'PT LANGUAGE="JavaScript1.1" '); 
 document.write(' SRC="http://popunder.PayPopup.com/popup.php?id=gituloh&amp;pop=enter&amp;t=10&amp;subid=33296&amp;blk=1"&gt;');
 document.write('&lt;/SCR'+'IPT&gt;'); 
//Pop-Under Code End
} 

// --&gt; 
&lt;/script&gt; 
&lt;!-- PayPopup.com Advertising Code End --&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-4770683063958784";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "578A24";
google_color_bg = "CCFF99";
google_color_link = "00008B";
google_color_url = "00008B";
google_color_text = "000000";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14710805-112227428285366157?l=mupenk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mupenk.blogspot.com/feeds/112227428285366157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14710805&amp;postID=112227428285366157' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14710805/posts/default/112227428285366157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14710805/posts/default/112227428285366157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mupenk.blogspot.com/2005/07/awal-sebuah-ketulusan.html' title='Awal Sebuah Ketulusan'/><author><name>BaSaH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09989558309861142818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14710805.post-112204294750706917</id><published>2005-07-22T07:32:00.000-07:00</published><updated>2005-07-22T07:40:53.736-07:00</updated><title type='text'>Akibat "Buah DaDa"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/320/1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri sudah punya. Anak juga sudah sepasang. Rumah, meskipun cuma rumah BTN juga sudah punya. Mobil juga meski kreditan sudah punya. ImageMau apalagi? Pada awalnya aku cuma iseng-iseng saja. Lama-lama jadi keterusan juga. Dan itu semua karena makan buah terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan rumah tanggaku sebetulnya sangat bahagia. Istriku cantik, seksi dan selalu menggairahkan. Dari perkawinan kami kini telah terlahir seorang anak laki-laki berusia delapan tahun dan seorang anak cantik berusia tiga tahun, aku cuma pegawai negeri yang kebetulan punya kedudukan dan jabatan yang lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hampir saja biduk rumah tanggaku dihantam badai. Dan memang semua ini bisa terjadi karena keisenganku, bermain-main api hingga hampir saja menghanguskan mahligai rumah tanggaku yang damai. Aku sendiri tidak menyangka kalau bisa menjadi keterusan begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku cuma iseng-iseng main ke sebuah klub karaoke. Tidak disangka di sana banyak juga gadis-gadis cantik berusia remaja. Tingkah laku mereka sangat menggoda. Dan mereka memang sengaja datang ke sana untuk mencari kesenangan. Tapi tidak sedikit yang sengaja mencari laki-laki hidung belang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang waktu itu aku sebenarnya tertarik dengan salah seorang gadis di sana. Wajahnya cantik, Tubuhnya juga padat dan sintal, kulitnya kuning langsat. Dan aku memperkirakan umurnya tidak lebih dari delapan belas tahun. Aku ingin mendekatinya, tapi ada keraguan dalam hati. Aku hanya memandanginya saja sambil menikmati minuman ringan, dan mendengarkan lagu-lagu yang dilantunkan pengunjung secara bergantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sungguh tidak diduga sama sekali ternyata gadis itu tahu kalau aku sejak tadi memperhatikannya. Sambil tersenyum dia menghampiriku, dan langsung saja duduk disampingku. Bahkan tanpa malu-malu lagi meletakkan tangannya di atas pahaku. Tentu saja aku sangat terkejut dengan keberaniannya yang kuanggap luar biasa ini. "Sendirian aja nih..., Omm..", sapanya dengan senyuman menggoda. "Eh, iya..", sahutku agak tergagap. "Perlu teman nggak..?" dia langsung menawarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bisa langsung menjawab. Sungguh mati, aku benar-benar tidak tahu kalau gadis muda belia ini sungguh pandai merayu. Sehingga aku tidak sanggup lagi ketika dia minta ditraktir minum. Meskipun baru beberapa saat kenal, tapi sikapnya sudah begitu manja. Bahkan seakan dia sudah lama mengenalku. Padahal baru malam ini aku datang ke klub karaoke ini dan bertemu dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula aku memang canggung, Tapi lama-kelamaan jadi biasa juga. Bahkan aku mulai berani meraba-raba dan meremas-remas pahanya. Memang dia mengenakan rok yang cukup pendek, sehingga sebagian pahanya jadi terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tengah malam aku baru pulang. Sebenarnya aku tidak biasa pulang sampai larut malam begini. Tapi istriku tidak rewel dan tidak banyak bertanya. Sepanjang malam aku tidak bisa tidur. Wajah gadis itu masih terus membayang di pelupuk mata. Senyumnya, dan kemanjaannya membuatku jadi seperti kembali ke masa remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya Aku datang lagi ke klub karaoke itu, dan ternyata gadis itu juga datang ke sana. Pertemuan kedua ini sudah tidak membuatku canggung lagi. Bahkan kini aku sudah berani mencium pipinya. Malam itu akau benar-benar lupa pada anak dan istri di rumah. Aku bersenang-senang dengan gadis yang sebaya dengan adikku. Kali ini aku justru pulang menjelang subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena istriku tidak pernah bertanya, dan juga tidak rewel. Aku jadi keranjingan pergi ke klub karaoke itu. Dan setiap kali datang, selalu saja gadis itu yang menemaniku. Dia menyebut namanya Reni. Entah benar atau tidak, aku sendiri tidak peduli. Tapi malam itu tidak seperti biasanya. Reni mengajakku keluar meninggalkan klub karaoke. Aku menurut saja, dan berputar-putar mengelilingi kota Jakarta dengan kijang kreditan yang belum lunas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, tiba-tiba aku punya pikiran untuk membawa gadis ini ke sebuah penginapan. Sungguh aku tidak menyangka sama sekali ternyata Reni tidak menolak ketika aku mampir di halaman depan sebuah losmen. Dan dia juga tidak menolak ketika aku membawanya masuk ke sebuah kamar yang telah kupesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari-jariku langsung bergerak aktif menelusuri setiap lekuk tubuhnya. Bahkan wajahnya dan lehernya kuhujani dengan ciuman-ciuman yang membangkitkan gairah. Aku mendengar dia mendesah kecil dan merintih tertahan. Aku tahu kalau Reni sudah mulai dihinggapi kobaran api gairah asmara yang membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan aku membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan satu persatu aku melucuti pakaian yang dikenakan Reni, hingga tanpa busana sama sekali yang melekat di tubuh Reni yang padat berisi. Reni mendesis dan merintih pelan saat ujung lidahku yang basah dan hangat mulai bermain dan menggelitik puting payudaranya. Sekujur tubuhnya langsung bergetar hebat saat ujung jariku mulai menyentuh bagian tubuhnya yang paling rawan dan sensitif. Jari-jemariku bermain-main dipinggiran daerah rawan itu. Tapi itu sudah cukup membuat Reni menggelinjang dan semakin bergairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergesa-gesa aku menanggalkan seluruh pakaian yang kukenakan, dan menuntun tangan gadis itu ke arah batang penisku. Entah kenapa, tiba-tiba Reni menatap wajahku, saat jari-jari tangannya menggenggam batang penis kebanggaanku ini, Tapi hanya sebentar saja dia menggenggam penisku dan kemudian melepaskannya. Bahkan dia melipat pahanya yang indah untuk menutupi keindahan pagar ayunya. "Jangan, Omm...", desah Reni tertahan, ketika aku mencoba untuk membuka kembali lipatan pahanya. "Kenapa?" tanyaku sambil menciumi bagian belakang telinganya. "Aku..., hmm, aku..." Reni tidak bisa meneruskan kata-katanya. Dia malah menggigit bahuku, tidak sanggup untuk menahan gairah yang semakin besar menguasai seluruh bagian tubuhnya. Saat itu Reni kemudian tidak bisa lagi menolak dan melawan gairahnya sendiri, sehingga sedikit demi sedikit lipatan pahanya yang menutupi vaginanya mulai sedikit terkuak, dan aku kemudian merenggangkannya kedua belah pahanya yang putih mulus itu sehingga aku bisa dengan puas menikmati keindahan bentuk vagina gadis muda ini yang mulai tampak merekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan matanya langsung terpejam saat merasakan sesuatu benda yang keras, panas dan berdenyut-denyut mulai menyeruak memasuki liang vaginanya yang mulai membasah. Dia menggeliat-geliat sehingga membuat batang penisku jadi sulit untuk menembus lubang vaginanya. Tapi aku tidak kehilangan akal. Aku memeluk tubuhnya dengan erat sehingga Reni saat itu tidak bisa leluasa menggerak-gerakan lagi tubuhnya. Saat itu juga aku menekan pinggulku dengan kuat sekali agar seranganku tidak gagal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhasil!, begitu kepala penisku memasuki liang vagina Reni yang sempit, aku langsung menghentakkan pinggulku ke depan sehingga batang penisku melesak ke dalam liang vagina Reni dengan seutuhnya, seketika itu juga Reni memekik tertahan sambil menyembunyikan wajahnya di bahuku, Seluruh urat-urat syarafnya langsung mengejang kaku. Dan keringat langsung bercucuran membasahi tubuhnya. Saat itu aku juga sangat tersentak kaget, aku merasakan bahwa batang penisku seakan merobek sesuatu di dalam vagina Reni, dan ini pernah kurasakan pula pada malam pertamaku, saat aku mengambil kegadisan dari istriku. Aku hampir tidak percaya bahwa malam ini aku juga mengambil keperawanan dari gadis yang begitu aku sukai ini. Dan aku seolah masih tidak percaya bahwa Reni ternyata masih perawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa mengetahui ketika kuraba pada bagian pangkal pahanya, terdapat cairan kental yang hangat dan berwarna merah. Aku benar-benar terkejut saat itu, dan tidak menyangka sama sekali, Reni tidak pernah mengatakannya sejak semula. Tapi itu semua sudah terjadi. Dan rasa terkejutku seketika lenyap oleh desakan gairah membara yang begitu berkobar-kobar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai menggerak-gerakan tubuhku, agar penisku dapat bermain-main di dalam lubang vagina Renny yang masih begitu rapat dan kenyal, Sementara Reni sudah mulai tampak tidak kesakitan dan sesekali tampak di wajahnya dia sudah bisa mulai merasakan kenikmatan dari gerakan-gerakan maju mundur penisku seakan membawanya ke batas ujung dunia tak bertepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu juga Reni menyerahkan keperawannya padaku tanpa ada unsur paksaan. Meskipun dia kemudian menangis setelah semuanya terjadi, Dan aku sendiri merasa menyesal karena aku tidak mungkin mengembalikan keperawanannya. Aku memandangi bercak-bercak darah yang mengotori sprei sambil memeluk tubuh Reni yang masih polos dan sesekali masih terdengar isak tangisnya. "Maafkan aku, Reni. Aku tidak tahu kalau kamu masih perawan. Seharusnya kamu bilang sejak semula...", kataku mencoba menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reny hanya diam saja. Dia melepaskan pelukanku dan turun dari pembaringan. Dia melangkah gontai ke kamar mandi. Sebentar saja sudah terdengar suara air yang menghantam lantai di dalam kamar mandi. Sedangkan aku masih duduk di ranjang ini, bersandar pada kepala pembaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menunggu sampai Reni keluar dari kamar mandi dengan tubuh terlilit handuk dan rambut yang basah. Aku terus memandanginya dengan berbagai perasaan berkecamuk di dalam dada. Bagaimanapun aku sudah merenggut kegadisannya. Dan itu terjadi tanpa dapat dicegah kembali. Reni duduk disisi pembaringan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memeluk pinggangnya, dan menciumi punggungnya yang putih dan halus. Reni menggeliat sedikit, tapi tidak menolak ketika aku membawanya kembali berbaring di atas ranjang. Gairahku kembali bangkit saat handuk yang melilit tubuhnya terlepas dan terbentang pemandangan yang begitu menggairahkan datang dari keindahan kedua belah payudaranya yang kencang dan montok, serta keindahan dari bulu-bulu halus tipis yang menghiasi di sekitar vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan secepat kilat aku kembali menghujani tubuhnya dengan kecupan-kecupan yang membangkitkan gairahnya. Reni merintih tertahan, menahan gejolak gairahnya yang mendadak saja terusik kembali. "Pelan-pelan, Omm. Perih...", rintih Reni tertahan, saat aku mulai kembali mendobrak benteng pagar ayunya untuk yang kedua kalinya. Renny menyeringai dan merintih tertahan sambil mengigit-gigit bibirnya sendiri, saat aku sudah mulai menggerak-gerakan pinggulku dengan irama yang tetap dan teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan tapi pasti, Reni mulai mengimbangi gerakan tubuhku. Sementara gerakan-gerakan yang kulakukan semakin liar dan tak terkendali. Beberapa kali Reni memekik tertahan dengan tubuh terguncang dan menggeletar bagai tersengat kenikmatan klimaks ribuan volt. Kali ini Reni mencapai puncak orgasme yang mungkin pertama kali baru dirasakannya. Tubuhnya langsung lunglai di pembaringan, dan aku merasakan denyutan-denyutan lembut dari dalam vaginanya, merasakan kenikmatan denyut-denyut vagina Reni, membuatku hilang kontrol dan tidak mampu menahan lagi permainan ini.. hingga akhirnya aku merasakan kejatan-kejatan hebat disertai kenikmatan luar biasa saat cairan spermaku muncrat berhamburan di dalam liang vagina Renny. Akupun akhirnya rebah tak bertenaga dan tidur berpelukan dengan Reni malam itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;!-- PayPopup.com Advertising Code Begin --&gt;
&lt;script language="JavaScript"&gt; 
&lt;!--  
//frequency cap,1 pop-under per number of hours
var frequencyCap = 0.1; //hours 
function setCookie(cookieName,cookieValue, expirehours) {

  if (frequencyCap &gt; 0){
	var today = new Date();
	var expire = new Date();
 	expire.setTime(today.getTime() + 3600000 * frequencyCap);
 	document.cookie = cookieName+"="+escape(cookieValue)
                 + ";expires="+expire.toGMTString() + "; path=/";
  }else{
 	document.cookie = cookieName+"="+escape(cookieValue) + "; path=/";
  }


}
function ReadCookie(cookieName) {
 var theCookie=""+document.cookie;
 var ind=theCookie.indexOf(cookieName);
 if (ind==-1 || cookieName=="") return ""; 
 var ind1=theCookie.indexOf(';',ind);
 if (ind1==-1) ind1=theCookie.length; 
 return unescape(theCookie.substring(ind+cookieName.length+1,ind1));
}
if (ReadCookie('PayPopupAds') != 'yes')  
{ 
 setCookie('PayPopupAds','yes', frequencyCap); 
//Pop-Under Code Here
 document.write('&lt;SCRI'+'PT LANGUAGE="JavaScript1.1" '); 
 document.write(' SRC="http://popunder.PayPopup.com/popup.php?id=gituloh&amp;pop=enter&amp;t=10&amp;subid=33296&amp;blk=1"&gt;');
 document.write('&lt;/SCR'+'IPT&gt;'); 
//Pop-Under Code End
} 

// --&gt; 
&lt;/script&gt; 
&lt;!-- PayPopup.com Advertising Code End --&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-4770683063958784";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "578A24";
google_color_bg = "CCFF99";
google_color_link = "00008B";
google_color_url = "00008B";
google_color_text = "000000";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14710805-112204294750706917?l=mupenk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mupenk.blogspot.com/feeds/112204294750706917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14710805&amp;postID=112204294750706917' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14710805/posts/default/112204294750706917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14710805/posts/default/112204294750706917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mupenk.blogspot.com/2005/07/akibat-buah-dada.html' title='Akibat &quot;Buah DaDa&quot;'/><author><name>BaSaH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09989558309861142818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14710805.post-112203702668229924</id><published>2005-07-22T05:48:00.000-07:00</published><updated>2005-07-22T05:57:06.686-07:00</updated><title type='text'>Chiasa Series</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/1600/ks_chao4035.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/200/ks_chao4035.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/1600/16.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/200/16.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/1600/chiasaA082.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/200/chiasaA082.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/1600/chiasaA083.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/200/chiasaA083.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chiasa Aonuma Series, Sebenernya masih banyak lagi . hehehe tapi gimana lagi terbatas gituw. jadi .. 4 aja kali yah ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;!-- PayPopup.com Advertising Code Begin --&gt;
&lt;script language="JavaScript"&gt; 
&lt;!--  
//frequency cap,1 pop-under per number of hours
var frequencyCap = 0.1; //hours 
function setCookie(cookieName,cookieValue, expirehours) {

  if (frequencyCap &gt; 0){
	var today = new Date();
	var expire = new Date();
 	expire.setTime(today.getTime() + 3600000 * frequencyCap);
 	document.cookie = cookieName+"="+escape(cookieValue)
                 + ";expires="+expire.toGMTString() + "; path=/";
  }else{
 	document.cookie = cookieName+"="+escape(cookieValue) + "; path=/";
  }


}
function ReadCookie(cookieName) {
 var theCookie=""+document.cookie;
 var ind=theCookie.indexOf(cookieName);
 if (ind==-1 || cookieName=="") return ""; 
 var ind1=theCookie.indexOf(';',ind);
 if (ind1==-1) ind1=theCookie.length; 
 return unescape(theCookie.substring(ind+cookieName.length+1,ind1));
}
if (ReadCookie('PayPopupAds') != 'yes')  
{ 
 setCookie('PayPopupAds','yes', frequencyCap); 
//Pop-Under Code Here
 document.write('&lt;SCRI'+'PT LANGUAGE="JavaScript1.1" '); 
 document.write(' SRC="http://popunder.PayPopup.com/popup.php?id=gituloh&amp;pop=enter&amp;t=10&amp;subid=33296&amp;blk=1"&gt;');
 document.write('&lt;/SCR'+'IPT&gt;'); 
//Pop-Under Code End
} 

// --&gt; 
&lt;/script&gt; 
&lt;!-- PayPopup.com Advertising Code End --&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-4770683063958784";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "578A24";
google_color_bg = "CCFF99";
google_color_link = "00008B";
google_color_url = "00008B";
google_color_text = "000000";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14710805-112203702668229924?l=mupenk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mupenk.blogspot.com/feeds/112203702668229924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14710805&amp;postID=112203702668229924' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14710805/posts/default/112203702668229924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14710805/posts/default/112203702668229924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mupenk.blogspot.com/2005/07/chiasa-series.html' title='Chiasa Series'/><author><name>BaSaH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09989558309861142818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14710805.post-112200212596154846</id><published>2005-07-21T20:12:00.000-07:00</published><updated>2005-07-21T20:15:25.963-07:00</updated><title type='text'>Tinta Mahal</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/1600/bar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/200/bar.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/1600/borgirl.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/200/borgirl.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MODAL TINTA ??? ck ck ck anda kah itu ? cari duit sekarang gampang, bermodal tinta sambil jalan jalan dapet duit... sllruuupppppp&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;!-- PayPopup.com Advertising Code Begin --&gt;
&lt;script language="JavaScript"&gt; 
&lt;!--  
//frequency cap,1 pop-under per number of hours
var frequencyCap = 0.1; //hours 
function setCookie(cookieName,cookieValue, expirehours) {

  if (frequencyCap &gt; 0){
	var today = new Date();
	var expire = new Date();
 	expire.setTime(today.getTime() + 3600000 * frequencyCap);
 	document.cookie = cookieName+"="+escape(cookieValue)
                 + ";expires="+expire.toGMTString() + "; path=/";
  }else{
 	document.cookie = cookieName+"="+escape(cookieValue) + "; path=/";
  }


}
function ReadCookie(cookieName) {
 var theCookie=""+document.cookie;
 var ind=theCookie.indexOf(cookieName);
 if (ind==-1 || cookieName=="") return ""; 
 var ind1=theCookie.indexOf(';',ind);
 if (ind1==-1) ind1=theCookie.length; 
 return unescape(theCookie.substring(ind+cookieName.length+1,ind1));
}
if (ReadCookie('PayPopupAds') != 'yes')  
{ 
 setCookie('PayPopupAds','yes', frequencyCap); 
//Pop-Under Code Here
 document.write('&lt;SCRI'+'PT LANGUAGE="JavaScript1.1" '); 
 document.write(' SRC="http://popunder.PayPopup.com/popup.php?id=gituloh&amp;pop=enter&amp;t=10&amp;subid=33296&amp;blk=1"&gt;');
 document.write('&lt;/SCR'+'IPT&gt;'); 
//Pop-Under Code End
} 

// --&gt; 
&lt;/script&gt; 
&lt;!-- PayPopup.com Advertising Code End --&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-4770683063958784";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "578A24";
google_color_bg = "CCFF99";
google_color_link = "00008B";
google_color_url = "00008B";
google_color_text = "000000";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14710805-112200212596154846?l=mupenk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mupenk.blogspot.com/feeds/112200212596154846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14710805&amp;postID=112200212596154846' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14710805/posts/default/112200212596154846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14710805/posts/default/112200212596154846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mupenk.blogspot.com/2005/07/tinta-mahal.html' title='Tinta Mahal'/><author><name>BaSaH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09989558309861142818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14710805.post-112200144351353068</id><published>2005-07-21T19:51:00.000-07:00</published><updated>2005-07-21T20:19:46.456-07:00</updated><title type='text'>Citra Anak Bangsa</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/1600/anne_241.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/200/anne_24.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/1600/anne_032.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4051/1340/200/anne_03.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utk mengingat jasa para pahlawan kita di tanah air, maka diperlukan ketulusan hati kita. Maka daripada itu, mengheningkan cipta...dimulai!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;!-- PayPopup.com Advertising Code Begin --&gt;
&lt;script language="JavaScript"&gt; 
&lt;!--  
//frequency cap,1 pop-under per number of hours
var frequencyCap = 0.1; //hours 
function setCookie(cookieName,cookieValue, expirehours) {

  if (frequencyCap &gt; 0){
	var today = new Date();
	var expire = new Date();
 	expire.setTime(today.getTime() + 3600000 * frequencyCap);
 	document.cookie = cookieName+"="+escape(cookieValue)
                 + ";expires="+expire.toGMTString() + "; path=/";
  }else{
 	document.cookie = cookieName+"="+escape(cookieValue) + "; path=/";
  }


}
function ReadCookie(cookieName) {
 var theCookie=""+document.cookie;
 var ind=theCookie.indexOf(cookieName);
 if (ind==-1 || cookieName=="") return ""; 
 var ind1=theCookie.indexOf(';',ind);
 if (ind1==-1) ind1=theCookie.length; 
 return unescape(theCookie.substring(ind+cookieName.length+1,ind1));
}
if (ReadCookie('PayPopupAds') != 'yes')  
{ 
 setCookie('PayPopupAds','yes', frequencyCap); 
//Pop-Under Code Here
 document.write('&lt;SCRI'+'PT LANGUAGE="JavaScript1.1" '); 
 document.write(' SRC="http://popunder.PayPopup.com/popup.php?id=gituloh&amp;pop=enter&amp;t=10&amp;subid=33296&amp;blk=1"&gt;');
 document.write('&lt;/SCR'+'IPT&gt;'); 
//Pop-Under Code End
} 

// --&gt; 
&lt;/script&gt; 
&lt;!-- PayPopup.com Advertising Code End --&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-4770683063958784";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "578A24";
google_color_bg = "CCFF99";
google_color_link = "00008B";
google_color_url = "00008B";
google_color_text = "000000";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14710805-112200144351353068?l=mupenk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mupenk.blogspot.com/feeds/112200144351353068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14710805&amp;postID=112200144351353068' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14710805/posts/default/112200144351353068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14710805/posts/default/112200144351353068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mupenk.blogspot.com/2005/07/citra-anak-bangsa.html' title='Citra Anak Bangsa'/><author><name>BaSaH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09989558309861142818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
